Berbeda-beda namun tetep satu. Bagi sebagian orang, sulit untuk menafsirkan apa itu maksud dari kalimat itu. Apalagi dengan kondisi kita yang hidup dengan sesama suku kita. Gimana caranya?? Bisa. . Sebenarnya kita sudah memulainya dengan hal-hal kecil. Kita sebagai individu di kelas (cieh. . . bahasanya. . .) pasti memiliki wajah yang beda, nggak ada dung, kecuali emang dari sananya kembar, laen ceritanya. . . XD. Namun, kita bisa akrab, apa-apa bareng, jajan bareng, ngobrol, bahkan contek-contekan bareng!! (gedubrak!!). Kita nggak peduli kita dari orang ‘punya’ atau miskin, cakep atau nggak, kita tetep bisa kompak tho di kelas. . .!!
Nek buat aq. . . q punya sahabat yang unik. Hahaha. . kita nggak punya sebutan apa buat ‘genk’ kita. Walau kita cuman berempat, tapi kalau udah digabungin, waduh, ramenya kayak pasar dah. . !! Uniknya, kita itu dari tempat asal yang berbeda, q dari Solo, terus Dea dari Kudus, Neneng dari Bogor, dan Durrah dari Padang. Walau sama-sama Jawa, tapi bahasa Jawa ku kedengeran lebih medok dibanding Dea. Kalau Neneng walau udah agak lama di Jawa, masih gak bisa ngikutin logat Jawa, beda lagi kalau Durrah, dia bener-bener nggak tahu bahasa Jawa. Pernah nih, aq udah cerita seru, Dea n Neneng udah cekikikan, eh di akhir kalimatku Durrah bilang gini “Itu kalian pada cerita apa??”, hahaha!!kita langsung bingung mau ekspresi geli apa kasihan apa marah!! Hahaha, akhirnya dengan belepotan kita men-translate ulang kata-kata kami (sumpah, Bahasa Jawa ke Bahasa Indonesia lebih sulit dibanding Inggris ke Indonesia). Durrah juga sharing macam-macam istilah yang kadang membuat kami bingung gimana neranginnya. Yah. . . kita udah terbiasa jelasin pake Bahasa Jawa, gimana bisa free kalau pake Bahasa Indonesia (waduh. . nilai bahasa Indonesiaku berapa tuh.. ) Walau begitu Durrah lah yang paling banyak pengalamannya. Dia udah pernah pindah di Bali, Padang dan akhirnya di Jawa. Kalau ngobrol ma adiknya, kita nggak tahu tuh dia ngobrol pake bahasa apa. . .hehehe. Tapi aku dan Dea sering banget ngetawain Neneng bila mengucapkan kata Bahasa Jawa dengan logat Sunda-nya, hahahaha, lucu!! (jangan ditiru lho. . .). Namun, itu malah memberi keuntungan bagi kami. Yakni kami bisa mengenal banyak kosa kata dari suku laen. Eh kita juga dari SMP yang berbeda lho. . . Durrah baru gabung kami di SMA kelas dua. Sedangkan program SMA kami adalah Bahasa Perancis, wah bener-bener kerja keras dia belajarnya. Tapi, karena sekolah Durrah dulu programnya ada Bahasa Jepangnya, jadi kami bisa bertukar informasi gitu. Seneng Deh. . .
Yang namanya orang, pasti juga banyak kesibukannya. Begitu juga aku. Aku yang sering banget ninggalin mereka buat kegiatan organisasi n lain-lain. Tapi tenang, kalau kita bisa kumpul sehari aja, bisa-bisa kita nggak pulang gara-gara jalan-jalan keliling kota atau sekedar ngobrol sambil nonton drama Korea (guys, kita K-pop Lovers!! Hahaha). Yah, bagaimanapun dari situlah aku memahami arti Bhineka Tunggal Ika, saling memahami, toleransi, dan menghormati satu sama lain, Aku yakin, walau banyak kesulitan, tapi pasti akan memberikan suatu arti yang lebih bermakna ketika kita memadukannya dengan baik. . .Gimana teman-teman, setuju kan?? hahahaha
^_^
15 Desember 2011
6:54 PM

Tidak ada komentar:
Posting Komentar